Google+ Badge

Senin, 29 Mei 2017

Hi again!

Terakhir nulis disini taun lalu dan selama hampir setaun ini banyak bgt hal hal baru yang terjadi sama gue..

Gue mau mulai cerita dari mana ya hm..

Ohiya dari postingan terakhir gue deh yang mengenai gue mau nulis buku. Well harapan gue untuk bisa punya buku bisa dibilang engga berjalan mulus. Beberapa hal yang bikin ga berjalan mulus ga akan gue ceritain. Sedih sih tapi gue yakin ada hikmahnya.

Hikmahnya adalah gue sekarang dapet pekerjaan tetap di cafe temen gue dan kebetulan di bidang yang gue suka bgt (disamping nulis). Cafe temen gue ini sebenernya lebih menjual kopi sih, tapi ada kitchennya dan gue kerja sebagai yang masak disini. Nama cafenya bean n brew dan ada di daerah jambore (sekalian promosi :p). Gue kerja disini seneng banget, selain orang orangnya asik, gue juga banyak berkenalan dengan orang baru yang mengenalkan gue dengan hal hal baru lainnya.

Tapi biar gimanapun, orang orang lama yang ada di hidup gue ga akan gue lupain gitu aja. Justru gue lagi mencoba nyari temen temen lama gue yg gue udah lama ga ketemu.

Dari sekian banyak orang lama, gue masih terpaku sama satu orang ini, entah gimana ceritanya gue bisa jadi lumayan sering ngobrol sama dia lagi walaupun ga sering sering bgt sih. Tapi gue seneng sih bisa keep in touch lagi sama dia, ya sekalian memperbaiki hal yang dulu itu lah.

Oiya, kalian lagi pada puasa ya? Gue mau ngucapin selamat menjalankan ibadah di bulan suci ini ya, maafin kalo gue ada salah2.

Kayaknya ini dulu deh yang gue tulis, gue kebelet boker. Ciao!

Sabtu, 14 Mei 2016

Nulis bareng yuk!

Hai semua! Apa kabarnya nih?? Gue harap baik2 aja ya...

Kali ini gue bakal nulis ga bertele2, karena gue pun nulis dari hape. Disini gue cuma pingin ngajak lo semua bagi yang suka baca blog gue, mau ngajakin jadi kayak semacam partner gue buat nulis di instagram sama nanti website. Tapi sementara ini hanya untuk instagram dulu (visual puisi) dan ada line official.

Karena ini baru awal dan gue pure karena gue seneng nulis, jadi sama sekali gada biaya. Dan kalaupun nanti kalian ada yang mau join, mungkin gue belum bisa untuk ngasih honor. Gue disini nyari buat kalian yang punya passion sama. Syukur2 nanti kedepannya kita bisa lebih serius mendalami ini dan mulai bisa dapet honor.

So, that's it! Email gue ke geraldvictor30@gmail.com kalau kalian berminat. Thankyou fellas!

Jumat, 04 Maret 2016

Working on my first book

Hallllooowwwwhhh smuaaaahhhhhh

Oke pembukanya agak alay ya.. tpai gue ga alay.... gue cuma lagi puyeng...

Jadi bisa dibilang di pc gue itu penuh dengan draft-draft tulisan gue yang sebenernya bis aja gue kirim ke penerbit, dan gue emang pingin banget tapi gue ngerasa gada yang bagus. Sampai akhirnya gue memeutuskan buat nulis, dan kali ini bukan hanya bakal mejeng di draft gue.

Judul yang gue kasih buat buku ini yaitu "Cerita tentang Patah hati". Well, buku ini di bilang fiksi engga, tapi dibilang reality juga engga, karena isinya itu sebagian besar dari cerita-cerita tentang patah hati gue, dan orang-orang yang gue kenal tapi pada akhirnya gue kembangin lagi ceritanya,  gue sedikit ubah-ubah yang semoga nantinya bisa diterima semua orang (itu juga kalo naskahnya diterima sama penerbit) hehe.

Yaudah segitu dulu aja deh gue nulis, gue mau ngelanjutin nulis.... bhayyyyyyyyy

Selasa, 16 Februari 2016

LGBT. Haram atau tidak?

LGBT. Haram atau tidak???

Well, akhir-akhir ini kasus ini lagi rame di Indonesia. Setelah beberapa negara barat hampir sebagian besar mendukung kelompok ini, kaum LGBT makin berani untuk memperlihatkan hadirnya mereka di seluruh dunia. 

Karena gue orang Indonesia, maka gue mau ngomongin yang di Indonesia aja deh... Here we goes..

Seperti yang kita tahu bahwa kaum LGBT semakin vokal dalam menyuarakan hak mereka yang menurut gue engga salah sama sekali. Memang kalo kita lihat dari sisi agama sangat ditentang keras. Tapi hadirnya kaum LGBT ini memang sudah di takdirkan untuk ada di dunia ini. Perlu gue ingatkan bahwa gue disini dibilang ngedukung ya engga, tapi kalo dibilang ga mendukung, gue juga engga. Katakanlah gue netral. 

Petisi untuk menentang LGBT di Idnonesia semakin menjadi. Dimana-mana orang yang mengatasnamakan "agama" sangat vokal dalam menentang LGBT. Buat gue sah-sah aja mereka mau menentang, Indonesia itu negara demokrasi, negara dimana semua orang bebas menyuarakan pendapat. Jadi menurut gue kalo kaum LGBT yang ber-KTP Indonesia dilarang menyuarakan aspirasi mereka itu sama sekali salah. Balik lagi ke masalah orang yang mengatasnamakan "agama' untuk menentang kaum LGBT. Lo semua boleh menentang LGBT, menyuarakan argumen kalian dalam menentang LGBT, tapi ya jangan jadi malah kelihatan bodoh. Lucu aja gue ngeliat orang-orang di twitter, facebook dan sosial media yang lainnya mereka malah mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas dalam menentang LGBT. Bahkan cenderung "mengakali" undang-undang tentang masalah ini. 

Gue gabisa ngomong tinggi-tinggi masalah kaum LGBT ini. Gue hanya memberi pandangan dari anak-anak muda yang mungkin sependapat sama gue tentang masalah ini. Gue ga masalah kalo nantinya banyak yang mungkin ngehina gue setelah gue menulis ini, mungkin nanti ada beberapa dari kalian yang bilang gue kafir atau apalah gue ga peduli. Satu-satunya yang gue peduliin adalah moral bangsa ini yang semakin kesini semakin ga asik buat nanggepin masalah ini. Banyak berita palsu di luar sana untuk mengecam kaum LGBT, banyak fitnah yang disebarkan orang-rang yang katanya beragama terhadapa kaum LGBT ini. Menurut gue, mau mereka gay, lesbi, bi-sexual, trans gender, mereka semua punya kesamaan dengan kita yang normal: Bebas berdemokrasi dan menjalankan hidup sebagai warga negara selayaknya kita yang bukan kaum LGBT. Asli, mereka berhak banget. Gue mau nanya apakah mereka merugikan kita yang normal? No. Apakah mereka ngajak ngajak kita untuk bergabung dengan kaum mereka? No. TERUS KITA RUGINYA DIMANAAAA? 

Kaum LGBT itu juga punya hak berwarga negara yang layak seperti kita, bukan kita malah menjauhi mereka, mendiskrimnasi kaum mereka, dengan kita mendiskriminasi kaum mereka sama aja kayak kita merenggut hak berwarga negara mereka. Kalo tadi gue diatas bilang bahwa yang menentang punya hak untuk menentang itu wajar karena ini negara demokrasi, maka buat gue kaum LGBT juga punya hak untuk menyuarakan aspirasi mereka. Gada bedanya. 

Gue akhir-akhir ini jadi sering browsing di internet mengenai kaum ini. Kenapa mereka memilih jalan hidupnya seperti ini, dan sungguh teman-teman setelah gue baca kisah-kisah mereka banyak sekali yang tragis sehingga akhirnya mereka memilih jalan hidup dengan mengambil pilihan yang kontroversial seperti ini. 

Jadi buat kalian yang membaca ini dan setuju sama gue, gue minta sama kalian: Jangan mendiskriminasi mereka. Jangan mengasingkan mereka. Jangan bersikap jijik kepada mereka. Jangan pernah memperlakukan mereka seperti jomblo (lho?). Pokoknya jangan. Mereka sama kayak kita, hanya ada sedikit perbedaan.  Ayo sama-sama kita mengayomi mereka. Dan buat kalian yang ga setuju sama gue, gue harap kalian gausah bawa-bawa agama dalam hal ini, tapi kita lihat dari sisi "humanity". 


Untuk pertanyaan gue di awal tadi " LGBT. Haram atau tidak?" silahkan kalian jawab sendiri :)





"Unity in diversity"





Rabu, 10 Februari 2016

Perasaan yang kuat? atau kebetulan?

Kayaknya lebih rame di blogger ya drpd di blogsite sebelah? yaudah deh gue nulis disini lagi aja...


Baru aja pagi ini gue abis selesein kerjaan gue yang sebenernya dapet duitnya ga seberapa, tapi gue enjoy ngerjainnya... Emang ya kalo kita seneng ngelakuin sesuatu itu jalannya pasti mulus-mulus aja, yaa walaupun pasti ada aja hambatan, tapi kalo emang passion kita di bidang tersebut ya kenapa engga? 

Baru pagi ini juga, gue abis nikmatin segelas kopi pahit dan panas sambil ngobrol-ngobrol sama nenek gue. Tiba-tiba nenek gue nanya mengenai, uhm, mantan gue yang baru gue putusin kemarin. Nenek gue nanya 'Ge, kamu putus sama si Dian Sastro?.'

Disini tentu saja maksudnya mantan gue yang tentu saja bukan Dian Sastro. Gue diem sebentar. Entah kenapa pertanyaan nenek gue itu menohok banget buat gue. Dengan 150 tarikan napas gue menjawab 'uhh, iya nek.. kenapa nek?.' Nenek gue kemudian menjawab, 'gapapa, feeling aja.. ternyata bener kan feeling nenek!.' Gue cuma diem, karena emang gatau juga mau ngomong apa, di sela keheningan itu ada semcam kayak roll film yang berputar di otak gue bersamaan dengan gue teguk sang kopi pahit nan panas ini. Yeah, seolah kopi panas nan pahit ini mengerti banget suasana hati gue. Gue gapernah menyesal kalo gue putus, entah mutusin atau diputusin, gue percaya nantinya akan ada yang lebih baik dari dia dan siap mendampingi gue sebagaimana gue akan selalu mendampingi dia. Pertanyaan nenek gue berikutnya memecah keheningan, 'Kenapa sih bisa putus?.' 'Yah, udah dapet yang lebih baik kali nek daripada aku.' Sesaat setelah gue menjawab itu nenek gue beranjak dari kursi malasnya meniggalkan gue tanpa sepatah kata pun dan mencuci gelas kopinya. 

Dan gue jadi berpikir, 'Gila yee, nenek gue ini feelingnya kuat banget.' Harus gue akui, nenek gue ini punya feeling yang kuat banget, entah memang feelingnya yang kuat atau emang kebetulan? Tapi gue rasa kebetulan ga akan sesering ini. Ambil contoh ketika nenek gue ngomong ke gue kayak gini:

N = Nenek
G = Gue

N: Ge, nenek lagi kepikiran sama sodara nenek yang di tinggal di jawa deh, pengen nelpon tapi belum kesampean, pokoknya nanti nenek harus telepon.
G: Yaudah nek telepon aja, mumpung lg ga sibuk ngapa-ngapain

*ga berapa lama kemudian, telepon berdering* dan itu ternyata sodara nenek gue yang barusan kita omongin. Dan jujur teman-teman, hal kayak gini sering banget kejadian. Ini jangan-jangan selama ini nenek gue itu Madam Mik-Mak, tpai nenek gue ga pake sapu terbang, melainkan heels melayang, alias, nyambit. 

Yah, coba aja nenek gue berkata seperti itu sebelum gue mutusin mantan gue ini, mungkin gue udah siap, siap melihat dia begitu cepat mendapat pengganti. 

Gue jadi keinget sama salah satu kalimat di bukunya Raditya Dika yang Manusia Setengah Salmon, tentang bagaimana kita harus pindah karena dipaksa untuk berpindah atau memang kita yang memutuskan untuk pindah. 


Pertanyaannya adalah, 'apakah gue udah siap untuk berpindah dan melihat dia berpindah?' 


Wowww, gue masih ganyangka kalo ternyata hampir semua lagu-lagu band ini gue masih apal…. Padahal kira2 lagu2 ini jamn-jaman gue sd kelas 3 atau kelas 4 gitu….
Gue inget gimana dulu gue ngejar2 Irfan (gitaris atau bassis) ya? lupa gue, iya gue ngejar-ngejar Irfan buat foto bareng, walaupun pinginnya foto sama Bams tapi cuma kedapetan si Irfan… Dan waktu itu fotonya di dalem toilet… Ga keren banget….

Well, gue sampe sekarang selalu denger lagu-lagunya Samsons yang jaman vokalisnya Bams, buat galau ajib banget lagu-lagunya, kayak lagu diatas tuhh… nusuk banget…. NUSUUKKKKKKK *ngambil ember 5 gelas* (ini gelas apa ember sih?)
Ada juga lagunya yang judulnya Bukan Diriku. Gue inget banget ini lagu dipake buat sinetron yang dimainin Ririn Dwi Ariyanti sama Bertrand Antolin kalo ga salah. Gue ga demen sinetron, tapi cuma kerena seneng denger lagu ini doang kalo pas baru mao mulai atau pas sinetronnya ude mau selese. Bisa dibilang tiap gue denger lagu-lagu Samsons itu gue jadi flashback ke masa kecil gue yang suram. Lucu ya, gimana sebuah lagu itu bisa bawa kita balik ke jaman dulu banget, jaman yang secara alam sadar udah kita lupain tapi kalo kita denger lagu atau ngalamin sesuatu yang ngingetin sama jaman-jaman dulu, kita jadi keingetan lagi. Jadi secara ga sadar, sebenernya ingatan alam bawah sadar kita itu masih inget kejadian yang secara alam sadar kita ga inget sama sekali. 
Gue jadi mikir, segimanapun kita mau move on dari orang yang kita sayang, segimanapun kita mau ngelupain hal-hal yang udah kita lewatin bareng-bareng, itu gabakal mungkin 100% kita lupain. Secara alam sadar kita lupa, tapi alam bawah sadar kita gapernah bisa lupa, itu udah kerekam semua di alam bawah sadar kita. Gapeduli segimanapun lo nyoba move on sekeras mungkin, ketika lo denger lagu, atau ngelewatin tempat yang biasa dulu lo lewatin berdua, makan di tempat yang biasa lo berdua singgahi, atau sepintas lo ga sengaja nonton film yang dulu itu film adalah film pertama lo saat lo ngajak dia nonton berdua, sesederhana ketika lo bikin Indomi kuah dan lo keinget biasanya ada orang yang selalu minta kita bikinin Indomi kuah itu dan dia hanya mau lo yang buat. Yep sesimple itu lo bisa keinget kejadian yang ga pingin lo inget, tapi hidup terlalu jahat dan memaksa kita untuk akhirnya kembali mengingat.

Entah kebetulan atau memang Tuhan / semesta mau lo ngalamin itu semua. 

Nusuk? Iyalah, jelas. 

Sabtu, 27 Juni 2015

jadi gini...

"Wah kacau......."

Itu hal pertama yang ada diotak gue setelah gue memberanikan diri untuk membuka blog gue lagi.. Udah lama banget kayaknya gue ga ngebuka blog, engga nulis2 ngaco disini, udah lama pula gue ga menyiksa mata dan pikiran orang yang entah memang sengaja atau tidak mampir dan baca2 artikel di blog gue

Banyak kejadian yang gue alami semenjak gue ga nulis blog ini... sebenrnya sih gue nulis, tapi aja kebannyakan cuma draft, draft dan draft yang ada. Sampe-sampe kalo gue cek draft blog gue, bisalah kalo di duitin gue beli mobil warna merah - artis - yang - nyangkut - di - gang - sempit - itu. Entah kenapa buat gue ini ganjil banget. Gue gapaham apa yang ada di pikiran artis tersebut.. Men mobil itu kalo di duitin, bisa lo beli ketoprak sebanyak yang lo mau.. Kenapa gue mengumpamakan ketoprak? karena ketoprak itu enak! Mana ada orang gasuka ketoprak? padahal sih ada... Pacar gue ga terlalu suka ketoprak... Kasihan. 

Gue punya temen, kebetulan dia senior gue pas gue masih SMK, jamannya gue ceking, kurus, , item, dekil, celana gombrong. cocok jadi bahan untuk di bully, cocok jadi bahan "pemerkosaan mental". Secara dulu gue culun, siapapun yang ngeliat foto gue pas smk mungkin matanya bakal siwer, curek dll. Untung aja gue ga ngeces dimana-mana pas sekolah dulu, untung juga gue ga cepirit dimana-mana, kemudian tai gue berserakan di jalanan sekolah gue.. 

NAH, senior gue ini kita sebut saja namanya "si ganteng". nah si ganteng ini suka sama temen seangkatan gue, sebut saja temen gue yang cewe ini namanya.... siapa ya.. gue bingung ngasih aliasnya.... mau sebut mawar tp pasaran... kita sebut saja namanya putih. Gue selalu lucu sekaligus salut sama si ganteng, tentang gimana cara dia ngejar mati-matian si putih... tanpa direncanakan, baru-baru ini lagi gue main sama si ganteng, setelah kira-kira hampir 4 taun ga ketemu.. dan gue kira dia semacam sudah menyerah, ternyata tidak! SUNGGUH GUE KAGUM.

Girls, cowo kayak gini patut lo kasih kesempatan, bukan berarti lo harus memaksakan mau sama itu cowo, tapi lo harus liat perjuangan dia... jaman sekarang, susah nyari cowo yang bener2 kayak temen gue ini... (sehabis ini temen gue harus bayar nih karena udah muji2 dia). Girls, tapi kalo emang lo gamau sama itu cowo yang ngejar2 lo, jangan lo tiba2 minta buat jaga jarak dengan alasan klasik "pingin sendiri dulu" atau "aku belum mau terikat" and other bullshit. Buat gue, ketika lo gamau berkomitmen sama seseorang yang udah ngejar2 lo bertahun-tahun, lo harus BISA kasih penjelasan yang masuk akal, dan jangan tiba-tiba. Disini gue ga ngebelain kaum manusia bertitit, tapi gue cuma mau kalo kaum wanita juga ngeliat perjuangan cowo, yang bener2 mati-matian banget buat dapetin hati lo. percaya deh, cowo kayak gitu, patut lo pertimbankan untuk jadi masa depan lo. asal jangan itu cowo karena terobsesi sama elo (cewe), kalo itumah gabener gengs.. lo cuma bakal jadi bahan percobaan kaum manusia bertitit. 

*maafkan bahasa gue yang menyangkut titit, maafkan aku titit*

Semoga, tulisan gue diatas bisa mencerahkan wanita-wanita, dan menyemengati temen2 pria yang ingin mengejar wanita/pria idamannya..

dadahhh 

gue kasih bonus sticker syahrini :*